Twitter Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon


Showing posts with label Info Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Info Kesehatan. Show all posts

3 Pencuri Penglihatan 0

Rasanya, tak ada seorang pun yang mengharapkan kehilangan kemampuan melihat. Namun berbagai faktor bisa menyebabkan penglihatan kita hilang. Oleh karena itu, kenali penyakit – penyakit mata ini, yang bisa berujung pada kebutaan jika tak dideteksi dan ditangani sejak dini.

1. Katarak
Biasa menyerang di usia lanjut dan menyebabkan lensa mata berubah keruh sehingga kita tak bisa melihat dengan jelas karena cahaya sulit mencapai retina. Katarak terjadi perlahan, bahkan sering tak disadari jika kekeruhan tak terletak di tengah mata.
a. Faktor Penyebab
Masalah kesehatan seperti diabetes, penggunaan obat steroid, cacat bawaan sejak lahir karena ibu terifeksi virus saat hamil muda, serta trauma akibat kecelakaan mata.
b. Gejala
Seperti ada kabut yang menghalangi ketika melihat sesuatu. Mata sensitif terhadap sinar, juga sulit dipakai membaca jika tak dibantu pencahayaan terang. Obyek yang dilihat sering tampak ganda atau berbayang dan lensa mata seperti kaca susu.
c. Pengobatan
Pembedahan jika katarak telah menyebabkan penglihatan hilang dan mengganggu kegiatan. Cukup dengan bius lokal atau tetes, tanpa rawat inap. Jika gejala katarak tak menggangu, tak perlu operasi, cukup mengganti kaca mata.
d. Pencegahan
Mengontrol penyakit yang berhubungan dengan katarak dan menghindari faktor yang mempercepat pembentukan katarak. Menggunakan kaca mata hitam ketika di luar ruangan pada siang untuk mengurangi sinar ultraviolet yang masuk ke mata. Berhenti merokok.

2. Retinopati Diabetik
Penyebab utama kebutaan pada penderita diabetes tipe 1 dan 2 secara perlahan terjadi kerusakan pembuluh darah retina atau lapisan saraf mata sehingga mengalami kebocoran. Akibatnya, terjadi penumpukan cairan yang mengandung lemak dan perdarahan di retina. Lambat laun, bisa menyebabkan penglihatan buram, bahkan kebutaan.
a. Faktor Penyebab
Kadar gula darah yang terus menerus tinggi, akibat manajemen diabetes yang tak baik.
b. Gejala
Retinopati non-proliteratif ditandai dengan kebocoran pembuluh darah, pendarahan retina dan penutupan kapiler darah retina. Retina kekurangan oksigen dan nutrisi dari darah. Pada retinopati proliferative, retina yang sudah pucat bereaksi membentuk pembuluh darah baru yang abnormal, rapuh dan mudah pecah sehingga sewaktu-waktu bisa berdarah ke dalam badan kaca yang mengisi rongga mata, menyebabkan floater (bayang benda hitam melayang mengikuti pergerakan mata) atau penglihatan mendadak terhalang. Bisa terjadi endema macula (pembengkakan atau penumpukan cairan di pusat retina) sehingga keulitan membaca, menulis atau mengenali wajah.
c. Pengobatan
Fotokoagulasi laser pada retina untuk menutup kebocoran pembuluh darah retina, mengurangi edema macula dan mencegah timbulnya rangsang untuk pembentukan neovaskuler, dibarengi manajemen diabetes yang baik. Atau, bedah vitrektomi untuk membersihkan pendarahan badan kaca, membebaskan retina dari tarikan akibat pertumbuhan neovaskuler dan mengaplikasikan sinar laser secara langsung di dalam bola mata.
d. Pencegahan
Walau belum mengeluh dan tanpa melihat berapa lama sudah menderita diabetes, dikonsultasikan ke dokter mata, kemudian minimal setahun sekali melakukan pemeriksaan mata.

3. Glaukoma
Tekanan tinggi pada cairan bola mata sehingga merusak saraf mata. Bayangan yang kita lihat jadi terganggu atau tidak tersampaikan ke otak. Meski bisa terjadi pada bayi dan remaja, glaukoma kebanyakan menyerang di usia 40 ke atas.
a. Faktor penyebab
Belum diketahui, tetapi usia, kelebihan merokok dan keturunan dipercaya sebagai faktor pemicu. Begitu juga dengan diabetes atau penggunaan steroid jangka panjang.
b. Gejala
Menyerang secara perlahan tanpa gejala spesifik. Sedangkan penderita glaukoma akut merasa pusing, sakit dikeliling mata dan wajah, kekurangan ketajaman penglihatan, melihat leingkaran pelangi di sekeliling lampu, mual dan muntah.
c. Pengobatan
Untuk segera mengurangi tekanan, dokter memberi obat tetes. Ketika tekanan sudah berkurang, mata di laser untuk membuat saluran kecil pada sclera agar cairan dalam bola mata mengalir ke luar.
d. Pencegahan
Periksa mata tiap tahun. Bila berusia 40 ke atas, mengidap diabetes atau memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga, periksa tiap enam bulan sekali.

Di kutip dari majalah Health

Kanker Payudara 0

Kanker Payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.

Definisi
Kanker adalah suatu kondisi di mana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.

Selain itu, kanker payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Penyakit ini oleh Word Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomor 17.

Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi.

Fase inisiasi
Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu gen yang disebut karsinogen, yang bisa berupa bahan kimia, virus, radiasi (penyinaran) atau sinar matahari. Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor, menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. Bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan.

Fase promosi
Pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).

Stadium
Stadium penyakit kanker adalah suatu keadaan dari hasil penilaian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya, sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ke tempat lain. Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada tumor jinak. Untuk menentukan suatu stadium, harus dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi atau PA, rontgen, USG, dan bila memungkinkan dengan CT scan, scintigrafi, dll. Banyak sekali cara untuk menentukan stadium, namun yang paling banyak dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistem TNM yang direkomendasikan oleh UICC (International Union Against Cancer dari World Health Organization)/AJCC (American Joint Committee On cancer yang disponsori oleh American Cancer Society dan American College of Surgeons).

Gejala klinis
Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.

Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d’orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah.

Faktor-faktor penyebab
Menurut Moningkey dan Kodim, penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara diantaranya:

1. Faktor reproduksi:
Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. Secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.

2. Penggunaan hormon:
Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Sel-sel yang sensitif terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.

3. Penyakit fibrokistik:
Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.

4. Obesitas:
Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini.

5. Konsumsi lemak:
Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Pada studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun.

6. Radiasi:
Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.
7. Riwayat keluarga dan faktor genetik:
Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat BRCA 1, yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara, probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Resiko terbesar usia 75 tahun.

Pengobatan kanker
Ada beberapa pengobatan kanker payudara yang penerapannya banyak tergantung pada stadium klinik penyakit (Tjindarbumi, 1994), yaitu:

Mastektomi
Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. Ada 3 jenis mastektomi (Hirshaut & Pressman, 1992):
1. Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.
2. Total (Simple) Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.
3. Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Biasanya disebut lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.

Radiasi
Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi (Denton, 1996). Efek pengobatan ini tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.

Kemoterapi
Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker. Tidak hanya sel kanker pada payudara, tapi juga di seluruh tubuh (Denton, 1996). Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.

Strategi pencegahan
Pada prinsipnya, strategi pencegahan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu pencegahan pada lingkungan, pada pejamu, dan milestone. Hampir setiap epidemiolog sepakat bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. Begitu pula pada kanker payudara, pencegahan yang dilakukan antara lain berupa:
Pencegahan primer
Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang “sehat” melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat. Pencegahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor resiko terkena kanker payudara ini.
Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara, tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Karena itu, skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain:
1. Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey.
2. Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahun.
3. Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun.

Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%, bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%.

Pencegahan tertier
Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu, pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif.

Menangani Demam Berdarah Dengue 0

Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menyerang keluarga serta karyawan ADR Group, berdasarkan data yang kami dapat dari Asuransi Sinarmas selama 2 bulan terakhir “bulan Juli – September 2010” terjadi 37 kasus DBD yang dirawat di rumah sakit. Bagaimana dengan kasus demam berdarah di luar ADR Group?

Demam Berdarah merupakan infeksi virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes albopictus. Infeksi Dengue dapat berupa asimptomatis (tanpa gejala), demam tidak khas, demam Dengue (DD) dan demam berdarah Dengue (DBD) yang dapat menimbulkan syok (syndrom syok Dengue, DSS ).

Nyamuk Aedes hidup di bejana air tawar yang jernih seperti penampungan air bak mandi, ban dan kaleng bekas. Ciri – ciri nyamuk Aedes Aegypti adalah terdapat bintik bintik putih pada badan dan kakinya, menggigit pada siang – sore hari, hidup dalam rumah yang gelap, lembab, dan hinggap pada pakaian yang tergantung.

Melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, virus masuk dan akan memberikan gejala yang menyerupai gejala infeksi virus umumnya seperti demam yang tiba tiba tinggi. nyeri otot dan sendi, dapat disertai ruam (bercak kemerahan di kulit), dan sakit kepala. Gejala dapat ringan, sedang sampai berat berupa pendarahan dan syok.

Pada DBD, fase kritis dapat terjadi selama 2 – 3 hari yang bila tidak di tangani dengan cepat dapat menjadi syok (DSS). Tanda – tanda syok berupa tangan dan kaki yang terasa dingin, nadi lemah , tensi turun , dan gelisah sampai penurunan kesadaran.

Kriteria demam Dengue menurut WHO adalah :
Demam selama 2 – 7 hari, nyeri kepala, nyeri pegal belakang mata, pegal otot dan sendi, munculnya bercak / bintik kemerahan pada kulit, adanya pendarahan, dan pada pemeriksaan darah terdapat leukopenia ( leukosit rendah ) serta serologi Dengue positif.

Setiap rumah sakit pada umumnya mempunyai protokol penatalaksanaan demam berdarah dan sedapat mungkin mencegah pasien ke dalam fase syok (DSS). Pasien dan keluarga pasien seringkali khawatir terhadap turunnya trombosit, perlu diperhatikan bahwa trombosit yang rendah ( <30.000/mm3 ) tidak memastikan terjadinya pendarahan dan tidak perlu transfusi trombosit bila tidak terdapat pendarahan. Kematian karena demam berdarah hampir tidak ada, sebaliknya DBD / DSS bila tidak ditangani secara dini dapat bersifat fatal sampai terjadi kematian. Penelitian di Jakarta, Surabaya. dan Semarang menunjukkan bahwa anak-anak lebih rentan terjadi perburukan dibandingkan orang dewasa. Upaya pencegahan dan penanggulangan meliputi berbagai pihak baik peran pihak kesehatan seperti penyuluhan dan penyemprotan (fogging) maupun peran aktif masyarakat yaitu menggunakan insektisida, serbuk abate, dan gerakan PSN (3 M) berupa menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air dan menimbun barang barang bekas. Lalu apa tanda dan gejala demam berdarah dengue ini :
1. Mendadak panas tinggi selama 2 sampai 7 hari
2. Tampak lemah dan lesu
3. Timbul bintik bintik merah pada kulit
4. Kadang kadang terjadi pendarahan di hidung (mimisan) atau di bawah kulit
5. Bahkan beberapa kasus ada yang sampai muntah atau berak darah
6. Dalam kondisi kritis, penderita gelisah, tangan dan kaki dingin namum berkeringat, jika tidak segera di tolong dapat mengakibatkan kematian.

Jika anggota keluarga anda mengalami kondisi seperti di atas, lalu apa yang harus anda lakukan? berikut beberapa tips untuk menangani gejala Demam Berdarah Dengue:
1. Beri minum sebanyak mungkin terutama cairan pengganti ion tubuh
2. Kompres agar panas segera turun
3. Berikan paracetamol untuk menurunkan panas dari dalam
4. Segera hubungi dokter, klinik, puskesmas atau rumah sakit terdekat

Berikut tips ramuan obat tradisional untuk gejala DBD:
Ramuan Obat Tradisional 1 :
Buatlah jus yang terdiri dari jambu klutuk/jambu biji secukupnya, 10 gram kunyit, dan 10 gram temu lawak. Pemakaian : Minum 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 2 :
30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc mengudarakan hingga tersisa 300 cc.
Pemakaian : Minum selagi hangat sebanyak 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 3 :
30 gram daun patikan kebo dengan 400 cc mengudarakan hingga tersisa 200 cc.
Pemakaian : Minum selagi hangat 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 4 :
Jika demam tinggi: 60 gram daun sambiloto direbus dengan 400 cc mengudarakan hingga tersisa 200 cc.
Pemakaian : Minum airnya selagi hangat, konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Obat herbal 5 :
Lubangi ujung 1 butir buah kelapa. Peras 1 butir jeruk nipis, lalu masukkan airnya ke dalam kelapa. Pemakaian : Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Ramuan Obat herbal 6 :
10gram meniran dan 10 gram pegagan dicuci bersih, lalu rebus dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas air. Pemakaian : Minum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

jantung sehat dengan Donor Darah 0

Banyak anggapan salah seputar donor darah, dari kecanduan hingga bisa menggemukkan badan. Padahal, kegiatan tersebut justru dapat membuat jantung bekerja optimal dan mendeteksi penyakit sejak dini.

Tidak semua orang mau membiarkan darah yang mengalir di tubuhnya berpindah untuk diproses dan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Masih jarang orang yang mengerti pentingnya mendonorkan darah.

Untuk mendonorkan darah kepada orang lain, dibutuhkan kerelaan. Pendonor juga harus memiliki tubuh yang sehat dan terbebas dari berbagai jenis penyakit.

Beberapa motif yang biasanya melatari orang mendonorkan darahnya antara lain misi sosial atau menolong keluarga. Dari motif-motif tersebut, pendonor terbaik adalah mereka yang menyumbangkan darahnya secara rutin dan berkesinambungan secara sukarela yaitu sekali dalam tiga bulan.

Keuntungan lain mendonorkan darah, jika dilakukan dengan rutin, antara lain membuat jantung bekerja lebih baik, karena darah yang dipompa adalah darah yang bersih. “Untuk kesehatan jantung memang efek yang ditimbulkan tidak langsung namun bertahap. Karena jika darah yang mengalir pada tubuh adalah darah yang sehat, jantung juga akan sehat secara otomatis”. Manfaat lain yang dipetik oleh pendonor sukarela ialah mengetahui bahwa dirinya sehat. “Orang-orang yang darahnya bisa digunakan adalah mereka yang benar-benar sehat”.

Setiap kali menerima darah dari para pendonor, maka PMI melakukan proses pengolahan darah yang terdiri atas screening atau pemeriksaan darah dan konfirmasi golongan darah. Kemudian dilakukan uji saring darah yang berfungsi mengetahui kesehatan darah, apakah terbebas dari hepatitis B, hepatitis C, HIV/AIDS, dan sifilis.
Setelah proses uji saring selesai, dilakukan uji cocok serasi yaitu percobaan percampuran darah donor dengan darah pasien (cross matching).

“Darah di PMI dapat dijamin kesehatannya karena telah mengalami beberapa proses uji penyaringan. Pemeriksaan uji saring terhadap infeksi yang menular lewat transfusi darah dilakukan setelah darah diambil dari donor. Sehingga saat ditransfusikan, darah tersebut sudah bebas dari penyakit”.

Bagi para pendonor yang darahnya tidak sehat, misalnya tercemar sifilis, hepatitis A atau hepatitis C, maka PMI akan mengirimkan sebuah surat yang menerangkan hasil penyaringan yang reaktif pada darah pendonor.

“Pendonor kita sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, setelah surat keterangan sehat dari dokter keluar, baru pendonor tadi akan dipertimbangkan dengan syarat tertentu apakah boleh mendonorkan darah kembali”..

Reaksi yang muncul ketika pendonor mendapatkan surat, sangat beragam, seperti berterima kasih karena bisa mengetahui deteksi dini penyakit yang terdapat pada tubuh, hingga ada pula pendonor yang marah-marah karena merasa divonis.

Ayo... Kita Daur Ulang Sampah 0

Daur ulang sebenarnya adalah cara yang sangat baik untuk menghemat energi dan sekaligus melestarikan lingkungan kita. Tapi, seringkali kita tidak terlalu peduli terhadap daur ulang. Banyak sekali fakta-fakta yang sangat menarik mengenai daur ulang yang kita temukan:
• Daur ulang 1 buah kaleng aluminium (biasanya untuk kemasan softdrink), bisa menghemat listrik yang dapat digunakan untuk menyalakan televisi selama 3 jam.
• Daur ulang 1 buah botol kaca, bisa menghemat listrik yang dapat digunakan untuk menyalakan komputer selama 25 menit.
• Daur ulang 1 buah botol plastik, bisa menghemat listrik yang dapat digunakan untuk menyalakan lampu 60 Watt selama 3 jam.
• Mendaur ulang kertas dapat menghemat listrik sebesar 70% jika dibandingkan dengan memproduksinya dari bahan mentah.

Di bawah ini beberapa fakta menarik lainnya untuk kita ketahui:
• Kurang lebih 60% sampah yang kita buang di tempat sampah dapat didaur ulang.
• Rata-rata, 16% dari harga barang yang kita beli adalah untuk membayar kemasan produk tersebut, yang mana nantinya akan kita buang.
• Kurang lebih 50% sampah yang kita buang dapat dijadikan kompos.
• Danau terbesar di Inggris dapat diisi penuh oleh sampah dari Inggris sendiri hanya dalam waktu 8 bulan.
• 9 dari 10 orang akan melakukan daur ulang apabila caranya dipermudah.
• Fakta-fakta di atas sangat menarik untuk dibahas. Terutama fakta yang mengatakan bahwa 16% dari harga barang yang kita beli adalah untuk membayar biaya pembuatan kemasannya. Semahal itu ternyata harga sebuah kemasan yang akhirnya akan kita buang di tempat sampah. Bayangkan penghematan yang bisa didapat bila kita bisa mencari cara untuk mengurangi pemakaian kemasan yang berlebihan.
• Satu keluarga rata-rata menggunakan 500 botol kaca dalam setahun.
• Bahan kaca 100% dapat didaur ulang berkali-kali.
• Bahan kaca yang dibuang di tempat penimbunan sampah tidak akan pernah terurai.
• Proses daur ulang kertas akan mengurangi 73% pencemaran udara apabila dibandingkan dengan pembuatan kertas dari bahan mentah.
• 12.5 juta ton kertas digunakan setiap tahun di Inggris. Membutuhkan 24 batang pohon untuk membuat 1 ton kertas. (Kalau begitu dibutuhkan kira-kira 300 juta batang pohon untuk mencukupi kebutuhan kertas di Inggris saja tiap tahunnya. Bagaimana untuk kebutuhan kertas seluruh penduduk dunia? Angka yang sangat sangat sangat besar tentunya !!)
• 275,000 ton plastik digunakan di Inggris setiap tahun. Setara dengan 15 juta botol perhari atau 5,4 milyar botol pertahun.
• Rata-rata keluarga membuang 40 kg sampah plastik tiap tahunnya, yang pada dasarnya dapat didaur ulang.
Penggunaan plastik di Eropa bertumbuh rata-rata 4% pertahun.
• Plastik membutuhkan waktu 500 tahun untuk terurai di lingkungan.

Membaca data-data di atas semoga dapat menyadarkan kita semua tentang pentingnya daur ulang. Kita lakukan apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah. Seperti misalnya mengurangi penggunaan kertas di lingkungan ADR Group secara wajar.

Sebagai contoh, bila kita bisa menghemat pemakaian kertas sebesar 1 kg saja per orang per tahun, maka dalam setahun di Indonesia saja kita bisa menyelamatkan 5,28 juta batang pohon (dengan asumsi penduduk Indonesia sebesar 220 juta jiwa). Dengan semakin sedikitnya pohon yang ditebang, secara tidak langsung kita juga akan mengurangi terjadinya efek global warming.

Contoh lainnya misalnya dengan mengurangi penggunaan tas plastik. Bisa kita lakukan misalnya dengan membawa sendiri kantong belanja apabila belanja di supermarket. Di beberapa supermarket sudah menjual tas belanja yang dapat dipakai berulangkali, dengan begitu penggunaan sampah plastik pasti akan cukup jauh berkurang. Memisahkan sampah organik dan non organik juga akan sangat membantu proses daur ulang sampah.

Banyak hal lain dalam keseharian kita khususnya di ADR Group yang dapat kita lakukan untuk memulai gaya hidup hijau (green living). Kita selalu dapat memulai dari diri kita sendiri, dari hal-hal yang sangat sederhana sekalipun akan dapat menimbulkan efek yang berarti bagi lingkungan kita. Ingat 3 hal pokok dari gaya hidup “green living”, yaitu 3R – reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (daur ulang). Mari sebisa mungkin kita bersama-sama menyelamatkan dunia tempat tinggal kita.

Bagaimana Mengenali Kemasan Plastik dengan Baik? 0

Perlu kita ketahui bersama bahwa secara internasional telah diatur kode untuk kemasan plastik, yang mungkin bagi kita yang awam sangat perlu untuk diketahui, karena tanda tersebut berkaitan dengan jenis bahan serta cara dan dampak pemanfaatannya bagi manusia. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1988 di Amerika Serikat dan diadopsi pula oleh lembaga-lembaga yang mengembangkan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization). Secara umum tanda tersebut berada di dasar, berbentuk segi tiga, di dalam segitiga akan terdapat angka, serta nama jenis plastik di bawah segitiga, dengan contoh dan penjelasan sebagai berikut:

1. Polyethylene Terephthalate
Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 %) Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, kenapa? Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker)

2. HDPE — High Density Polyethylene
• Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga.
• Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.
• HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.
• HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.
• Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu

3. V — Polyvinyl Chloride
Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang.
Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.
• PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC.
• Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
• Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

4. LDPE — Low Density Polyethylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE – LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.
• Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.
• Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.
• Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP — Polypropylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP – PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
• Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap
• Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6 . PS — Polystyrene
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS – PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja.
• PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.
• Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.
• Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.
• Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.
• Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

7. OTHER
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER– Other (SAN ? styrene acrylonitrile,ABS - acrylonitrile butadiene styrene, PC - polycarbonate, Nylon)
• Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.
• PC - Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.
• Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.
• Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.
• SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.
• Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.
• SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.
Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut?
Kita harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya polycarbonate), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Ini tidah berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali polycarbonate) bila memungkinkan. Bila tidak ada kode plastik pada kemasan tersebut, atau bila tipe plastik tidak jelas (misalnya pada kode 7, di mana tidak selamanya berupa polycarbonate), cara terbaik yang paling aman adalah menghubungi produsennya dan menanyakan mereka tentang tipe plastik yang digunakan untuk membuat produk tersebut.

Tips
1. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan polycarbonate,cobalah pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, polyethylene, atau polypropylene. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, polypropylene, atau polyethylene. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
2. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.
3. Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Bahan alternatif yang dapat digunakan adalah botol stainless steel atau kaca.
4. Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, yang dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik tersebut terlepas dan bereaksi dengan makanan lebih cepat. Hal ini pun dapat terjadi bila kemasan plastik digunakan untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.
5. Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di microwave oven.
6. Cobalah untuk menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan dan gunakanlah kemasan berbahan stainless steel atau kaca untuk menyimpan makanan atau minuman
7. Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.

10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes 0

Dalam hidup ini berlaku hukum “tabungan”. Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahuntahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa sangka kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes?

1. TEH MANIS
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa ratarata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. Gorengan
karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Suka ngemil.
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar.

4. Kurang tidur.
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.



5. Malas beraktivitas fisik.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Solusi: Bersepeda ke kantor.

6. Sering stres.
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

7. Kecanduan rokok.
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kulit jadi hitam
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

10. Konsumsi minuman bersoda.
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula.