Twitter Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon


3 Pencuri Penglihatan 0

Rasanya, tak ada seorang pun yang mengharapkan kehilangan kemampuan melihat. Namun berbagai faktor bisa menyebabkan penglihatan kita hilang. Oleh karena itu, kenali penyakit – penyakit mata ini, yang bisa berujung pada kebutaan jika tak dideteksi dan ditangani sejak dini.

1. Katarak
Biasa menyerang di usia lanjut dan menyebabkan lensa mata berubah keruh sehingga kita tak bisa melihat dengan jelas karena cahaya sulit mencapai retina. Katarak terjadi perlahan, bahkan sering tak disadari jika kekeruhan tak terletak di tengah mata.
a. Faktor Penyebab
Masalah kesehatan seperti diabetes, penggunaan obat steroid, cacat bawaan sejak lahir karena ibu terifeksi virus saat hamil muda, serta trauma akibat kecelakaan mata.
b. Gejala
Seperti ada kabut yang menghalangi ketika melihat sesuatu. Mata sensitif terhadap sinar, juga sulit dipakai membaca jika tak dibantu pencahayaan terang. Obyek yang dilihat sering tampak ganda atau berbayang dan lensa mata seperti kaca susu.
c. Pengobatan
Pembedahan jika katarak telah menyebabkan penglihatan hilang dan mengganggu kegiatan. Cukup dengan bius lokal atau tetes, tanpa rawat inap. Jika gejala katarak tak menggangu, tak perlu operasi, cukup mengganti kaca mata.
d. Pencegahan
Mengontrol penyakit yang berhubungan dengan katarak dan menghindari faktor yang mempercepat pembentukan katarak. Menggunakan kaca mata hitam ketika di luar ruangan pada siang untuk mengurangi sinar ultraviolet yang masuk ke mata. Berhenti merokok.

2. Retinopati Diabetik
Penyebab utama kebutaan pada penderita diabetes tipe 1 dan 2 secara perlahan terjadi kerusakan pembuluh darah retina atau lapisan saraf mata sehingga mengalami kebocoran. Akibatnya, terjadi penumpukan cairan yang mengandung lemak dan perdarahan di retina. Lambat laun, bisa menyebabkan penglihatan buram, bahkan kebutaan.
a. Faktor Penyebab
Kadar gula darah yang terus menerus tinggi, akibat manajemen diabetes yang tak baik.
b. Gejala
Retinopati non-proliteratif ditandai dengan kebocoran pembuluh darah, pendarahan retina dan penutupan kapiler darah retina. Retina kekurangan oksigen dan nutrisi dari darah. Pada retinopati proliferative, retina yang sudah pucat bereaksi membentuk pembuluh darah baru yang abnormal, rapuh dan mudah pecah sehingga sewaktu-waktu bisa berdarah ke dalam badan kaca yang mengisi rongga mata, menyebabkan floater (bayang benda hitam melayang mengikuti pergerakan mata) atau penglihatan mendadak terhalang. Bisa terjadi endema macula (pembengkakan atau penumpukan cairan di pusat retina) sehingga keulitan membaca, menulis atau mengenali wajah.
c. Pengobatan
Fotokoagulasi laser pada retina untuk menutup kebocoran pembuluh darah retina, mengurangi edema macula dan mencegah timbulnya rangsang untuk pembentukan neovaskuler, dibarengi manajemen diabetes yang baik. Atau, bedah vitrektomi untuk membersihkan pendarahan badan kaca, membebaskan retina dari tarikan akibat pertumbuhan neovaskuler dan mengaplikasikan sinar laser secara langsung di dalam bola mata.
d. Pencegahan
Walau belum mengeluh dan tanpa melihat berapa lama sudah menderita diabetes, dikonsultasikan ke dokter mata, kemudian minimal setahun sekali melakukan pemeriksaan mata.

3. Glaukoma
Tekanan tinggi pada cairan bola mata sehingga merusak saraf mata. Bayangan yang kita lihat jadi terganggu atau tidak tersampaikan ke otak. Meski bisa terjadi pada bayi dan remaja, glaukoma kebanyakan menyerang di usia 40 ke atas.
a. Faktor penyebab
Belum diketahui, tetapi usia, kelebihan merokok dan keturunan dipercaya sebagai faktor pemicu. Begitu juga dengan diabetes atau penggunaan steroid jangka panjang.
b. Gejala
Menyerang secara perlahan tanpa gejala spesifik. Sedangkan penderita glaukoma akut merasa pusing, sakit dikeliling mata dan wajah, kekurangan ketajaman penglihatan, melihat leingkaran pelangi di sekeliling lampu, mual dan muntah.
c. Pengobatan
Untuk segera mengurangi tekanan, dokter memberi obat tetes. Ketika tekanan sudah berkurang, mata di laser untuk membuat saluran kecil pada sclera agar cairan dalam bola mata mengalir ke luar.
d. Pencegahan
Periksa mata tiap tahun. Bila berusia 40 ke atas, mengidap diabetes atau memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga, periksa tiap enam bulan sekali.

Di kutip dari majalah Health

Comments
0 Comments

0 Responses So Far:

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.